Jakarta, TabelMedia.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Yahya Cholil Staquf, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, di tengah dinamika dan polemik yang tengah berlangsung di tubuh PBNU. Kunjungan ini bertujuan untuk memohon doa dan arahan dari para kyai, tokoh pesantren, dan santri agar dapat menjalankan amanahnya dengan baik.
Kedatangan Gus Yahya disambut hangat oleh para pengasuh, kyai senior, dan santri Ponpes Lirboyo. Suasana penuh keakraban terlihat selama kunjungan, meski warnai pembahasan isu-isu terkini terkait organisasi NU.
Momen Kunjungan Gus Yahya
Gus Yahya hadir langsung di ruang pertemuan utama Ponpes Lirboyo, melakukan silaturahmi, dan berdialog dengan para tokoh pesantren. Dalam kesempatan ini, ia memohon doa agar berikan petunjuk dan kekuatan dalam menghadapi tanggung jawab serta dinamika internal PBNU.
“Kunjungan ini bukan hanya silaturahmi biasa, tapi juga minta arahan dan nasihat dari para kyai dan ulama agar bisa menjalankan amanah dengan baik,” ujar salah satu pengasuh ponpes.
Santri juga berikan kesempatan untuk menyampaikan salam dan doa, menambah kesan hangat dan kekeluargaan di tengah agenda resmi tersebut.
Konteks Polemik PBNU
Kunjungan ini terjadi di tengah polemik dan dinamika internal PBNU, yang menjadi perhatian publik luas. Meskipun begitu, Gus Yahya menekankan bahwa kunjungannya tidak untuk menanggapi isu tertentu secara langsung, melainkan sebagai bentuk konsolidasi spiritual dan meminta petunjuk dari para ulama senior.
Langkah ini anggap penting untuk menjaga hubungan harmonis antara pimpinan PBNU dan pondok pesantren, sekaligus menegaskan komitmen dalam menjalankan visi organisasi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
Pesan dan Arahan dari Kyai Lirboyo
Para kyai dan pengasuh Ponpes Lirboyo memberikan nasihat bijak kepada Gus Yahya, antara lain:
- Menjaga ukhuwah dan kerukunan internal NU
- Memperkuat peran pesantren dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat
- Menjadi teladan dalam kepemimpinan berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal
Arahan ini sambut positif oleh Gus Yahya, yang menegaskan akan menjadikan nasihat tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugasnya.
Simbol Harmoni dan Konsolidasi NU
Kunjungan Gus Yahya ke Ponpes Lirboyo ini anggap sebagai simbol harmoni dan konsolidasi dalam organisasi NU. Meski dinamika politik internal terjadi, langkah silaturahmi dan doa bersama menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kepemimpinan berbasis nilai agama dan moral.
Selain itu, pertemuan ini memperkuat pesan bahwa NU tetap menjaga hubungan erat dengan pesantren, sebagai sumber spiritual dan moral bagi bangsa. Silaturahmi Gus Yahya ke Ponpes Lirboyo menegaskan pentingnya konsultasi, doa, dan arahan spiritual dalam menghadapi tanggung jawab besar di PBNU. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momentum bagi pimpinan NU untuk memperkuat komitmen, tetapi juga sebagai simbol harmoni antara pimpinan dan pesantren dalam membangun organisasi yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai agama.