KemenImipas Evakuasi Warga Binaan Dari Lapas Terendam Banjir

Jakarta, TabelMedia.comBanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas). Kondisi ini membuat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) bergerak cepat mengevakuasi warga binaan demi menjaga keselamatan dan keamanan mereka.

Air yang terus naik menggenangi area blok hunian, dapur, hingga fasilitas umum lapas. Dalam situasi darurat tersebut, keselamatan menjadi prioritas utama. Petugas lapas, dibantu aparat keamanan dan tim penanggulangan bencana daerah, melakukan proses evakuasi secara bertahap dan terkontrol sesuai prosedur.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Evakuasi lakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan, ketinggian air, dan risiko yang bisa timbul apabila para warga binaan tetap berada di dalam lapas. Beberapa warga binaan pindahkan sementara ke tempat yang lebih aman, seperti blok bangunan yang lebih tinggi atau fasilitas pemerintah terdekat yang telah siapkan sebelumnya. KemenImipas memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan tetap dalam pengawasan ketat petugas. Meski dalam kondisi darurat, aspek pengamanan tidak abaikan. Setiap pergerakan warga binaan data dan kawal untuk mencegah segala kemungkinan yang tidak inginkan.

Di tengah hujan deras dan genangan air, petugas lapas menunjukkan dedikasi luar biasa. Sebagian dari mereka bahkan harus berjaga hampir sepanjang hari, memantau kondisi air, mendistribusikan makanan, hingga membantu warga binaan yang mengalami kelelahan atau sakit ringan akibat cuaca ekstrem. Tak hanya melakukan evakuasi, tim dari KemenImipas juga memastikan kebutuhan dasar warga binaan tetap terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, selimut, hingga layanan kesehatan dasar. Langkah ini lakukan agar situasi tetap kondusif meski berada dalam kondisi tidak normal.

Kolaborasi Dengan Berbagai Pihak

Proses evakuasi ini melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, TNI, hingga relawan kemanusiaan. Kolaborasi ini mempercepat penanganan dan meminimalkan potensi risiko yang lebih besar. Upaya ini sekaligus mencerminkan bahwa dalam kondisi bencana, semua pihak termasuk warga binaan berhak mendapatkan perlindungan dan keselamatan yang layak.

KemenImipas juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan infrastruktur lapas yang berada di wilayah rawan banjir. Peninggian tanggul, perbaikan drainase, dan penataan ulang fasilitas menjadi beberapa langkah yang akan dipertimbangkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Bencana ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem dapat berdampak luas ke berbagai sektor, termasuk lembaga pemasyarakatan. Kesiapsiagaan dan respon cepat menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi seperti ini.

By admin