Polri Kerahkan Seluruh Distribusi Bantuan Bencana Sumatera

Jakarta, TabelMedia.comUpaya penanganan bencana di berbagai wilayah Sumatera mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Setelah serangkaian bencana alam melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polri langsung mengerahkan seluruh satuannya untuk memastikan distribusi bantuan berjalan cepat, tepat, dan menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk lokasi-lokasi yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur. Kepolisian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir dalam situasi krisis. Dalam beberapa hari terakhir, banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem menyebabkan banyak daerah terisolasi.

Polri Memperluas Mobilisasi Unit

Ribuan warga harus mengungsi, sementara akses jalan terputus dan jembatan rusak, membuat bantuan tidak mudah disalurkan. Kondisi inilah yang mendorong Polri memperluas mobilisasi unit, mulai dari Brimob, Sabhara, Polair, hingga Satuan Lalu Lintas dan Polres setempat. Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran agar bergerak tanpa menunggu komando tambahan. Brimob terjunkan untuk membuka jalur darurat, membantu evakuasi korban, serta mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah-rumah mereka. Satuan Polair dikerahkan untuk menyalurkan bantuan ke wilayah yang terendam banjir parah atau terisolasi jalur darat. Sementara Satlantas bekerja mengatur lalu lintas distribusi logistik, memastikan kendaraan bantuan dapat melewati jalur yang aman dan tidak terhambat.

Bantuan yang dikirimkan Polri meliputi bahan makanan, air bersih, pakaian, selimut, obat-obatan, perlengkapan bayi, tenda darurat, dan peralatan kebersihan. Selain itu, Polri juga menyediakan dapur lapangan di beberapa titik pengungsian untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga sehari-hari. Kehadiran personel dengan perlengkapan lengkap membantu mempercepat proses pemulihan awal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih trauma dengan bencana. Tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, Polri juga fokus pada layanan kemanusiaan. Tim Trauma Healing terjunkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami tekanan psikologis akibat kehilangan kerabat maupun tempat tinggal. Para tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Bhayangkara turut siagakan untuk memberikan perawatan medis darurat, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak yang rentan terserang penyakit pascabencana.

Wilayah Yang Aksesnya Terputus

Di beberapa wilayah yang aksesnya terputus total, Polri memanfaatkan kendaraan taktis dan perahu karet untuk menembus lokasi-lokasi sulit. Bahkan, dalam situasi tertentu, helikopter juga siagakan untuk mengangkut bantuan atau mengevakuasi korban yang membutuhkan penanganan cepat. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa operasi kemanusiaan Polri lakukan secara menyeluruh, tidak hanya bertumpu pada distribusi darat. Koordinasi intensif lakukan bersama BNPB, TNI, Basarnas, serta pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada tumpang tindih dalam penyaluran logistik. Dengan kerja bersama, penyaluran bantuan harapkan lebih merata dan tepat sasaran, terutama ke wilayah terpencil yang sebelumnya luput dari jangkauan.

Masyarakat memberikan apresiasi atas kesigapan Polri yang turun langsung ke lapangan. Banyak warga mengaku kehadiran polisi membuat mereka merasa lebih tenang dan terbantu, terutama dalam proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan pangan darurat. Dalam situasi bencana skala besar seperti ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tetap siaga hingga seluruh proses pemulihan berjalan stabil. Kehadiran seluruh satuan yang kerahkan menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berdiri di garis depan pelayanan kemanusiaan bagi rakyat.

By admin