BGN Buka Suara soal MBG Balita dan Bumil Pakai Kantong Kresek

Jakarta, TabelMedia.ComProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar balita dan ibu hamil (bumil) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada penggunaan kantong kresek sebagai wadah pembagian makanan. Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan paket MBG bagikan menggunakan plastik sekali pakai, sehingga memicu kritik dari berbagai kalangan.

Warga menilai penggunaan kantong kresek tidak mencerminkan standar kebersihan dan keamanan pangan, terlebih program ini tujukan bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. Selain aspek kesehatan, penggunaan plastik juga anggap bertentangan dengan semangat pengurangan sampah dan perlindungan lingkungan yang selama ini gencar kampanyekan pemerintah.

Kritik pun bermunculan, mulai dari aktivis kesehatan, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum. Mereka mempertanyakan kesiapan teknis dan pengawasan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Publik berharap program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat ini jalankan dengan standar yang lebih baik, termasuk dalam hal pengemasan makanan.

Di tengah polemik tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait penggunaan kantong kresek dalam distribusi MBG.

BGN Beri Penjelasan dan Evaluasi Pelaksanaan

BGN menegaskan bahwa penggunaan kantong kresek bukanlah standar baku dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurut BGN, kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan sarana dan prasarana di sejumlah daerah, khususnya pada tahap awal pelaksanaan program. Dalam situasi tertentu, pihak pelaksana di lapangan mengambil langkah sementara agar distribusi makanan tetap berjalan tepat waktu.

BGN menyampaikan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat dan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi. Ke depan, BGN berkomitmen untuk memperbaiki sistem distribusi MBG, termasuk memastikan penggunaan wadah yang lebih layak, higienis, dan ramah lingkungan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra pelaksana juga akan diperkuat agar standar yang ditetapkan dapat diterapkan secara merata.

Selain itu, BGN menekankan bahwa kualitas dan kandungan gizi makanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap menu MBG rancang untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil sesuai rekomendasi kesehatan. Pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi akan terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.

BGN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif. Partisipasi publik nilai penting agar program strategis nasional seperti MBG dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran. Transparansi dan komunikasi yang terbuka harapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

Polemik penggunaan kantong kresek menjadi pengingat bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya ukur dari tujuan, tetapi juga dari pelaksanaan teknis di lapangan. Dengan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, MBG harapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas gizi balita dan ibu hamil, sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

By admin