Said Abdullah Sampai 7 Prioritas Utama OJK Kepemimpinan Baru

TabelMedia.Com – Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Said Abdullah mengungkapkan tujuh prioritas utama yang akan menjadi fokus utama lembaga pengawas keuangan ini di bawah kepemimpinan barunya. Prioritas ini bertujuan untuk memperkuat sektor keuangan Indonesia, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendorong stabilitas ekonomi negara.

Said Abdullah yang baru lantik menggantikan pejabat sebelumnya, menekankan bahwa perubahan dalam OJK ini bertujuan untuk menanggapi tantangan global dan domestik yang semakin kompleks. Berikut adalah tujuh prioritas utama yang akan menjadi landasan OJK ke depan.

1. Penguatan Sektor Keuangan Digital

Salah satu prioritas utama yang sampaikan Said Abdullah adalah penguatan sektor keuangan digital. Di era yang semakin digital ini, industri jasa keuangan perlu beradaptasi dengan cepat untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi baru. OJK akan mempercepat regulasi yang mendukung fintech, insurtech, dan berbagai model bisnis digital lainnya, dengan tetap menjaga stabilitas dan perlindungan konsumen.

2. Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat

Said Abdullah juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Banyaknya transaksi keuangan digital yang tidak iringi dengan pemahaman yang cukup dapat menimbulkan potensi risiko, baik bagi konsumen maupun penyedia jasa. Oleh karena itu, OJK akan meluncurkan berbagai program edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dan perencanaan finansial yang bijak.

3. Peningkatan Pengawasan Terhadap Industri Keuangan

Dengan menguatnya sektor keuangan digital, Said Abdullah mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap industri keuangan akan lebih tingkatkan. OJK berkomitmen untuk memperkuat peraturan yang dapat mengurangi risiko yang muncul akibat ketidaktahuan ataupun ketidakpastian pasar. Pengawasan ini akan fokuskan pada lembaga-lembaga yang menawarkan produk keuangan yang berpotensi merugikan konsumen.

4. Penguatan Keberlanjutan dan Investasi Hijau

OJK di bawah kepemimpinan Said Abdullah juga berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan dan investasi hijau. Menyadari tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, OJK akan memperkenalkan kebijakan yang mendorong lembaga keuangan untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Kesepakatan Paris.

5. Reformasi Regulasi dan Penguatan Infrastruktur Keuangan

Prioritas selanjutnya adalah reformasi regulasi dan penguatan infrastruktur keuangan. Said Abdullah menegaskan bahwa OJK akan melakukan evaluasi terhadap regulasi yang ada dan melakukan perbaikan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Peraturan yang jelas dan tegas akan memberikan kepastian bagi investor dan lembaga keuangan untuk berkembang.

6. Peningkatan Perlindungan Konsumen

Perlindungan terhadap konsumen akan menjadi fokus penting bagi OJK di bawah Said Abdullah. Salah satu langkah yang akan ambil adalah memperkuat sistem pengaduan dan penyelesaian sengketa antara konsumen dan lembaga keuangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap transaksi keuangan berjalan dengan adil dan transparan.

7. Penguatan Kolaborasi dengan Stakeholder

Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait juga akan menjadi prioritas OJK. Said Abdullah mengungkapkan bahwa OJK akan meningkatkan kerjasama dengan Bank Indonesia, kementerian terkait, serta lembaga internasional untuk menciptakan sinergi dalam mengatasi tantangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

Dengan tujuh prioritas utama yang sampaikan Said Abdullah, OJK di bawah kepemimpinan baru ini berharap dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan sektor keuangan Indonesia yang lebih stabil dan berkelanjutan. Masyarakat dan pelaku industri keuangan kini menantikan perubahan yang lebih inklusif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan global yang ada.

By admin