TabelMedia.Com – Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dan sempat rasakan oleh warga setempat. Meski tergolong gempa kecil, getaran yang muncul cukup membuat masyarakat waspada, terutama karena pusat gempa berada pada kedalaman yang relatif dangkal.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pada waktu tertentu dengan episenter berada di darat/tidak jauh dari wilayah permukiman warga. Kedalaman gempa yang dangkal menjadi faktor utama mengapa getarannya terasa cukup jelas meskipun magnitudonya tidak besar.
Lokasi Episenter dan Dampak Getaran
Gempa dangkal umumnya memiliki potensi rasakan lebih kuat di permukaan bandingkan gempa dengan kedalaman lebih dalam. Pada peristiwa ini, titik episenter berada di sekitar wilayah Tojo Una-Una. Sejumlah warga melaporkan merasakan getaran singkat selama beberapa detik, terutama di dalam rumah dan bangunan bertingkat rendah.
Hingga laporan terakhir, belum ada informasi mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa. Getaran yang terjadi masuk dalam kategori ringan, sehingga lebih banyak menimbulkan kepanikan sementara bandingkan dampak struktural. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat aktivitas seismik cukup tinggi di Indonesia.
Secara geologis, kawasan ini berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif yang kerap memicu gempa bumi. Oleh karena itu, meskipun magnitudo 3,5 tergolong kecil, masyarakat tetap imbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan prosedur keselamatan saat gempa terjadi.
Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat
Pihak berwenang mengingatkan warga agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Pastikan hanya mengakses informasi resmi dari lembaga terkait untuk menghindari hoaks atau kabar yang menyesatkan.
Saat gempa terjadi, langkah pertama yang perlu lakukan adalah tetap tenang dan mencari perlindungan di tempat yang aman. Jika berada di dalam bangunan, berlindunglah di bawah meja yang kokoh atau menjauh dari benda-benda yang berpotensi jatuh. Jika berada di luar ruangan, hindari berdiri dekat tiang listrik, pohon besar, atau bangunan tinggi.
Selain itu, masyarakat juga sarankan untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti air minum, makanan ringan, senter, obat-obatan, serta dokumen penting. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko saat terjadi gempa susulan.
Gempa bumi dengan magnitudo kecil seperti ini memang jarang menimbulkan kerusakan besar. Namun, gempa dangkal tetap perlu waspadai karena dapat terasa kuat di area terbatas. Edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Peristiwa gempa M3,5 di Tojo Una-Una ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus selalu dijaga. Dengan memahami karakteristik gempa dan mengikuti arahan resmi, masyarakat dapat tetap tenang dan siap menghadapi potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
