Vape Disusupi Narkoba Remaja Jadi Target Baru

TabelMedia.Com – Fenomena penyalahgunaan vape yang susupi narkoba kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Perangkat rokok elektrik yang awalnya promosikan sebagai alternatif rokok konvensional justru manfaatkan oknum tertentu untuk menyamarkan peredaran zat terlarang. Yang lebih mengkhawatirkan, sasaran utamanya adalah kalangan remaja.

Menurut data dan peringatan dari Badan Narkotika Nasional, tren peredaran narkoba dengan modus baru terus berkembang mengikuti gaya hidup anak muda. Salah satu modus yang terdeteksi adalah mencampurkan cairan vape dengan zat psikoaktif seperti sintetis tertentu yang efeknya mirip ganja atau sabu. Bentuknya yang cair dan aromanya yang beragam membuatnya sulit kenali.

Remaja menjadi target empuk karena rasa ingin tahu yang tinggi serta anggapan bahwa vape lebih aman bandingkan rokok biasa. Padahal, ketika cairan tersebut telah campur narkoba, dampaknya jauh lebih berbahaya dan bisa menyebabkan kecanduan dalam waktu singkat.

Modus Peredaran dan Cara Kerja

Modus penyusupan narkoba ke dalam vape umumnya lakukan dengan mencampurkan zat terlarang ke liquid atau cartridge. Cairan ini kemudian jual secara terbatas melalui jaringan pertemanan, media sosial, hingga forum daring tertutup. Karena bentuknya menyerupai produk legal, distribusinya relatif lebih mudah dan tidak mencurigakan.

Efek yang timbulkan bisa berbeda-beda tergantung jenis zat yang campurkan. Pengguna bisa merasakan euforia sesaat, halusinasi ringan, hingga perubahan perilaku yang drastis. Dalam jangka panjang, penggunaan vape yang mengandung narkoba dapat merusak sistem saraf pusat, memicu gangguan mental, dan meningkatkan risiko overdosis.

Remaja yang terpapar sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah mengonsumsi zat terlarang. Beberapa kasus menunjukkan bahwa pengguna awalnya hanya mencoba-coba karena ajakan teman, namun akhirnya terjebak dalam lingkaran kecanduan. Inilah yang membuat fenomena ini semakin berbahaya.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Dampak penyalahgunaan vape yang susupi narkoba tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan hukum. Remaja yang terlibat bisa menghadapi sanksi hukum berat, keluarkan dari sekolah, hingga kehilangan masa depan yang seharusnya masih panjang.

Orang tua dan pihak sekolah memiliki peran penting dalam pencegahan. Edukasi mengenai bahaya narkoba perlu lakukan secara terbuka dan berkelanjutan. Remaja harus berikan pemahaman bahwa tidak semua produk yang terlihat “kekinian” dan populer aman untuk gunakan.

Selain itu, pengawasan terhadap peredaran liquid vape perlu diperketat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum harus meningkatkan patroli siber untuk menekan penjualan ilegal secara online. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai distribusi.

Remaja juga perlu dibekali keterampilan menolak ajakan negatif dari lingkungan pergaulan. Membangun kepercayaan diri dan memilih lingkaran pertemanan yang positif dapat mengurangi risiko terpapar narkoba.

Fenomena vape disusupi narkoba adalah ancaman nyata yang tidak boleh dianggap remeh. Dengan kesadaran bersama, pengawasan ketat, serta edukasi yang tepat, generasi muda dapat terlindungi dari bahaya laten narkotika yang kini hadir dalam bentuk yang semakin tersamar.

By admin