Andre Rosiade Minta Tuan Takur Setop Palak Pedagang

TabelMedia.Com – Anggota DPR RI Andre Rosiade angkat suara terkait dugaan praktik pemalakan terhadap pedagang di Pasar Raya Padang. Ia secara tegas meminta sosok yang kenal dengan sebutan “Tuan Takur” untuk menghentikan segala bentuk pungutan liar yang merugikan pedagang kecil. Pernyataan ini mendapat perhatian luas karena menyentuh persoalan klasik yang kerap terjadi di pusat-pusat perdagangan tradisional.

Andre menilai pasar rakyat seharusnya menjadi ruang aman bagi pedagang untuk mencari nafkah, bukan justru menjadi tempat munculnya tekanan dan intimidasi. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik premanisme yang merusak keadilan sosial dan ekonomi.

Dugaan Pemalakan di Pasar Raya Padang

Isu pemalakan di Pasar Raya Padang mencuat setelah adanya keluhan pedagang terkait pungutan yang duga lakukan oleh pihak tertentu. Pedagang mengaku merasa tertekan karena harus membayar sejumlah uang agar dapat berjualan dengan “aman”. Kondisi ini nilai sangat memberatkan, terutama bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.

Andre Rosiade menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak bisa toleransi. Menurutnya, jika benar terjadi, maka praktik tersebut merupakan pelanggaran hukum dan harus segera tindak oleh aparat berwenang. Ia juga meminta pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keluhan pedagang.

Keberadaan pasar tradisional, kata Andre, adalah penopang ekonomi rakyat. Jika pedagang terus bebani pungutan ilegal, maka harga barang bisa naik dan masyarakat luas yang akhirnya rugikan. Oleh karena itu, penghentian praktik pemalakan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Sikap Tegas Andre Rosiade dan Harapan Pedagang

Dalam pernyataannya, Andre Rosiade meminta secara terbuka agar “Tuan Takur” menghentikan aksi yang meresahkan tersebut. Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk turun tangan dan memastikan Pasar Raya Padang bebas dari praktik premanisme.

Andre menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas. Menurutnya, pembiaran hanya akan memperkuat keberanian pelaku dan memperpanjang penderitaan pedagang. Ia juga mengajak pedagang agar tidak takut melapor jika mengalami tekanan atau intimidasi.

Para pedagang sendiri berharap adanya perubahan nyata setelah isu ini mencuat. Mereka menginginkan pasar yang tertib, aman, dan nyaman untuk berjualan tanpa rasa takut. Dukungan dari wakil rakyat nilai menjadi angin segar bagi pedagang yang selama ini merasa tidak memiliki perlindungan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap pasar tradisional harus terus perkuat. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Pasar Raya Padang diharapkan dapat kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih dari pungutan liar dan praktik merugikan lainnya.

By admin