Bentrok KSO Sawit di Rohul Kembali Pecah 1 Orang Tewas

TabelMedia.Com – Konflik terkait pengelolaan Kerja Sama Operasi (KSO) perkebunan sawit kembali memicu bentrokan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Insiden tersebut berujung tragis setelah satu orang laporkan meninggal dunia. Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik agraria yang belum terselesaikan di wilayah tersebut.

Bentrok terjadi di area perkebunan sawit yang selama ini menjadi objek sengketa antara sejumlah kelompok. Ketegangan yang sudah lama terpendam akhirnya pecah dan berujung pada aksi kekerasan. Aparat keamanan langsung terjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas.

Kronologi Bentrok Pengelolaan KSO Sawit

Menurut informasi di lapangan, bentrokan picu oleh perbedaan klaim pengelolaan lahan KSO sawit. Masing-masing pihak merasa memiliki hak atas pengelolaan kebun, baik berdasarkan perjanjian lama maupun kesepakatan baru yang masih perdebatkan keabsahannya.

Situasi memanas ketika salah satu kelompok mencoba melakukan aktivitas di area yang klaim pihak lain. Adu mulut pun tak terhindarkan dan berubah menjadi bentrokan fisik. Dalam kekacauan tersebut, satu orang mengalami luka parah dan nyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Warga sekitar mengaku ketegangan sebenarnya sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Namun, tidak ada langkah mediasi yang benar-benar efektif sehingga konflik berujung bentrok. Aparat kepolisian kini masih menyelidiki peran masing-masing pihak serta mengamankan sejumlah orang untuk mintai keterangan.

Dampak Konflik dan Langkah Penanganan

Bentrok ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar perkebunan. Aktivitas warga sempat terganggu karena aparat menutup akses ke lokasi kejadian demi menjaga keamanan. Pemerintah daerah juga minta turun tangan secara serius untuk mencegah konflik serupa terulang.

Kasus KSO sawit di Rohul bukan kali pertama memicu bentrokan. Persoalan tumpang tindih perjanjian, lemahnya pengawasan, serta minimnya transparansi dalam pengelolaan lahan kerap menjadi akar masalah. Jika tidak ditangani secara menyeluruh, konflik berpotensi terus berulang dan menimbulkan korban jiwa.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas pelaku kekerasan sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, upaya dialog dan mediasi kembali didorong agar penyelesaian konflik dapat ditempuh melalui jalur damai. Keamanan warga dan stabilitas daerah menjadi prioritas utama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik agraria dan pengelolaan sumber daya alam memerlukan solusi yang adil dan transparan. Tanpa kepastian hukum dan pengawasan yang kuat, gesekan antar kelompok akan terus terjadi. Banyak pihak berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan KSO sawit di Rohul secara menyeluruh dan berkelanjutan.

By admin