Greenland Demo Tolak Trump Protes Greenland Bukan Dijual

Jakarta, TabelMedia.Com – Isu pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat yang gerakkan oleh Presiden Donald Trump memicu gelombang protes besar-besaran di berbagai kota di Greenland dan Denmark. Ribuan warga turun ke jalan dengan slogan “Greenland is not for sale” atau “Greenland bukan untuk jual”, menunjukkan penolakan tegas terhadap adanya upaya pengambilalihan wilayah otonom tersebut.

Aksi protes yang berlangsung akhir pekan lalu ibaratkan sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah Nuuk, ibu kota Greenland. Warga dari berbagai lapisan usia berkumpul sambil membawa bendera Erfalasorput (bendera Greenland) dan spanduk yang menyerukan penghormatan atas kedaulatan Greenland. Selain di Greenland, ribuan juga berdemonstrasi di ibu kota Denmark, Kopenhagen, menentang tekanan politik AS yang anggap mengancam masa depan wilayah tersebut.

Pemicu utama demonstrasi ini adalah rencana Trump yang ingin menjadikan Greenland. Sebagai bagian dari AS, dengan alasan strategis dan kepentingan nasional. Rencana tersebut mencakup ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang ide pencaplokan. Termasuk kenaikan tarif impor hingga 25% jika kesepakatan tidak tercapai. Langkah ini memicu kritik keras dari sekutu AS di Eropa.

Penolakan Tegas Dari Greenland dan Sekutunya

Pemerintah Greenland secara terbuka menolak keras upaya aneksasi tersebut. Para pemimpin partai di parlemen Greenland menyatakan bahwa masa depan wilayah mereka harus tentukan oleh rakyat Greenland sendiri, bukan oleh campur tangan negara lain. Mereka menegaskan identitas Greenland sebagai bangsa yang berdaulat dan menolak menjadi bagian dari Amerika Serikat atau tunduk pada tekanan politik dari luar.

Selain itu, perdana menteri Denmark sebagai negara yang memiliki hubungan politik dan pertahanan. Dengan Greenland mengeluarkan peringatan bahwa rencana pencaplokan oleh AS dapat berdampak serius terhadap keberlangsungan NATO. Pernyataan ini menambah tekanan diplomatik di tengah eskalasi ketegangan antara Washington dan sekutunya.

Dampak dan Respons Internasional

Demonstrasi ini mendapat dukungan bukan hanya dari warga Greenland, tetapi juga dari masyarakat dan kelompok advokasi. Di seluruh dunia yang menekankan pentingnya hak menentukan nasib sendiri serta penghormatan terhadap hukum internasional. Organisasi Inuit dan kelompok hak asasi menilai rencana pencaplokan sebagai ancaman terhadap kedaulatan budaya dan identitas penduduk asli di wilayah Arktik.

Di tingkat legislatif AS sendiri, sebagian anggota parlemen dari kedua kubu menyuarakan penolakan. Terhadap ancaman aneksasi ini dengan alasan dapat merusak hubungan aliansi jangka panjang. Di Eropa, pemimpin-pemimpin negara juga mengecam keras pendekatan yang anggap memaksa ini. Memperingatkan potensi “spiral penurunan hubungan” antara AS dan Uni Eropa.

By admin