Kebakaran Maut Apartemen Hong Kong 128 Tewas 200 Hilang

Jakarta, TabelMedia.comPada pekan ini, sebuah kebakaran dahsyat melanda komplek hunian tinggi di Wang Fuk Court, Tai Po tragedi paling mematikan dalam sejarah modern Hong Kong dalam hampir delapan dekade terakhir. Api menyebar dengan cepat, melahap tujuh dari delapan menara apartemen, dan menghempaskan korban jiwa serta meninggalkan ratusan orang hilang.

🔥 Kronologi dan Sebaran Api

  • Kebakaran dilaporkan terjadi pada siang hari, saat kompleks sedang menjalani renovasi besar. Gedung–gedung telah bungkus dengan perancah bambu dan jaring plastik hijau sebagai bagian dari proses renovasi.
  • Api diduga menyebar sangat cepat karena bahan yang mudah terbakar termasuk panel busa plastik di dekat jendela serta kegagalan sistem keamanan seperti alarm kebakaran yang tidak berfungsi.
  • Tak sampai 24 jam, kobaran api menghanguskan sebagian besar kompleks, dan tim pemadam kebakaran membutuhkan lebih dari satu hari untuk mengendalikan api. Meski api utama sudah padam, asap dan nyala kecil masih terus muncul di tonggak bangunan yang hangus.

Korban: 128 Tewas, ±200 Hilang

  • Hingga Jumat, korban tewas yang konfirmasi mencapai 128 orang. Angka ini kemungkinan belum final karena tim penyelamat terus melakukan door-to-door search di unit-unit apartemen.
  • Sekitar 200 orang laporkan masih belum temukan jumlah ini menunjukkan besarnya skala tragedi dan ketidakpastian nasib banyak penghuni.
  • Selain korban jiwa, lebih dari 70 orang terluka, termasuk sejumlah petugas pemadam kebakaran yang ikut berjibaku memadamkan api.
  • Sekitar 900 penghuni terpaksa mengungsi ke shelter sementara, karena banyak unit apartemen kini rusak parah atau tidak layak huni.

Penyelamatan, Investigasi, dan Kemarahan Publik

Setelah kebakaran, tim pemadam dan penyelamatan dengan lebih dari 1.000 petugas bekerja siang-malam untuk mencari korban termasuk memprioritaskan unit dari mana terdeteksi panggilan darurat namun tak ada respons. Pemerintah Hong Kong segera memulai investigasi, memastikan bahwa penyebab kebakaran termasuk penggunaan bahan yang mudah terbakar dan pelanggaran standar keselamatan usut secara serius. Tiga orang pejabat dari perusahaan konstruksi yang menangani renovasi telah tangkap atas dugaan kelalaian berat / manslaughter.

Kemarahan publik pun meluap, terutama menyusul fakta bahwa banyak penghuni tidak mendapatkan peringatan atau jalur evakuasi memadai. Beberapa menyebut tragedi ini sebagai mimpi buruk dan seruan agar regulasi bangunan & renovasi perketat.

Dampak & Pelajaran

  1. Keselamatan urban & renovasi wajib diawasi ketat penggunaan material tahan api dan sistem alarm/evakuasi yang berfungsi harus menjadi standar tanpa kompromi.
  2. Terlalu banyak korban akibat kelalaian manusia dan pengabaian standar kebakaran ini menunjukkan bahwa efisiensi renovasi tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan.
  3. Perlunya respon cepat & protokol darurat di pemukiman padat terutama di hunian vertikal dengan banyak unit dan penghuni tua atau rentan.
  4. Kemanusiaan dalam krisis warga mengungsi, keluarga korban berduka, dan masyarakat global menyampaikan duka cita; penting untuk solidaritas dan dukungan korban.

Tragedi kebakaran di Wang Fuk Court bukan sekadar insiden lokal ini pengingat keras bahwa keselamatan publik dan standar konstruksi tidak boleh anggap sepele. Korban yang mencapai ratusan dan ratusan lagi hilang menunjukkan akibat fatal jika pengabaian keselamatan terjadi. Pemerintah dan masyarakat kini menghadapi tugas berat: memberi keadilan, bantuan bagi korban, dan melakukan reformasi menyeluruh agar tragedi ini tak terulang.

By admin