Tim K9 Polri Dikerahkan Percepat Pencarian Korban Bencana

Jakarta, TabelMedia.comUpaya pencarian korban bencana di Sumatera terus tingkatkan setelah banjir bandang dan longsor melanda berbagai wilayah dan menyebabkan puluhan warga hilang serta banyak rumah tertimbun material. Dalam situasi kritis ini, Polri mengerahkan Tim K9, unit anjing pelacak andalan yang kenal memiliki kemampuan tinggi dalam mendeteksi jejak manusia, baik dalam kondisi tertutup tanah, puing, maupun medan sulit lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan yang lakukan Polri secara menyeluruh untuk mempercepat proses evakuasi dan meminimalkan risiko korban bertambah. Tim K9 pilih karena efektivitasnya dalam menembus area yang sulit jangkau manusia, terutama zona yang tertimbun material longsor tebal dan kawasan yang bercampur lumpur serta reruntuhan bangunan.

Kemampuan K9 Membantu Pencarian Lebih Cepat

Unit K9 Polri terdiri dari anjing-anjing yang telah latih secara khusus dalam hal pencarian dan penyelamatan. Beberapa ras yang umum gunakan antara lain German Shepherd, Belgian Malinois, dan Labrador Retriever semuanya kenal memiliki ketajaman penciuman luar biasa. Dalam konteks bencana alam, kemampuan ini menjadi faktor penting untuk mempercepat penemuan korban yang mungkin terperangkap di bawah tanah atau puing-puing. Begitu turunkan di lokasi bencana, tim K9 bergerak mengikuti instruksi pawang dan melakukan pemindaian area.

Mereka dapat mendeteksi aroma tubuh manusia dari jarak yang jauh, bahkan ketika tertutup tanah basah atau material bebatuan. Setiap kali anjing pelacak menemukan indikasi, petugas memberi tanda dan segera melakukan penggalian terarah. Proses ini terbukti menghemat waktu dan tenaga, terutama di lokasi yang luas dan kondisinya tidak menentu. Selain membantu pencarian langsung, kehadiran K9 juga mendukung para petugas lapangan dalam menentukan area prioritas. Dengan kemampuan pelacakan yang cepat, tim SAR dapat memfokuskan peralatan berat dan tim evakuasi ke titik yang paling potensial, mempercepat proses penyelamatan dan meminimalkan risiko tindakan sia-sia.

Polri Tingkatkan Koordinasi dan Fokus pada Area Rawan

Keterlibatan Tim K9 tidak berjalan sendiri. Polri memastikan operasi pencarian lakukan secara terintegrasi dengan BNPB, Basarnas, TNI, dan relawan setempat. Setiap hasil temuan lapangan dari K9 langsung cocokkan dengan laporan warga mengenai titik terakhir korban terlihat atau area rumah yang hilang tertimbun. Polri juga memetakan area dengan tingkat risiko tinggi, seperti lereng yang masih labil, sungai yang meluap, dan perkampungan dekat tebing. Pada area-area ini, K9 menjadi unit pendukung penting untuk melakukan pemindaian cepat sebelum petugas lainnya masuk. Dengan cara ini, keselamatan personel dapat lebih terjaga, sementara pencarian tetap berjalan efektif.

Di beberapa titik yang aksesnya terputus total. Polri menggunakan kendaraan taktis dan perahu karet untuk membawa Tim K9 menuju area terdampak. Fleksibilitas mobilisasi ini menunjukkan bahwa operasi kemanusiaan Polri lakukan dengan pendekatan menyeluruh. Memadukan kemampuan manusia, alat modern, dan kecerdasan satwa pelacak. Hingga kini, kehadiran Tim K9 Polri mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga menilai bahwa langkah ini sangat membantu mempercepat proses pencarian. Terutama di lokasi yang sulit jangkau dan memiliki medan yang berat. Polri memastikan bahwa Tim K9 akan terus siaga hingga seluruh proses penanganan bencana selesai dan semua korban temukan.

By admin