Jakarta, TabelMedia.Com – Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan empat kali erupsi dalam satu hari. Badan Geologi dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) mencatat tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak kawah. Aktivitas ini menandai peningkatan kewaspadaan bagi warga sekitar, terutama di radius berbahaya yang tetapkan.
Kolom letusan yang tinggi mengandung abu vulkanik dan material pijar, sehingga berpotensi mengganggu penerbangan, menurunkan kualitas udara, dan menimbulkan hujan abu di wilayah terdampak. PVMBG menegaskan bahwa masyarakat yang berada di radius aman 5 kilometer dari kawah harus tetap waspada dan siap mengevakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas.
Erupsi Semeru kali ini terjadi setelah beberapa hari gunung menunjukkan peningkatan tremor vulkanik. Aktivitas vulkanik yang intensif ini juga menyebabkan beberapa sungai di lereng gunung mengalami aliran material vulkanik ringan, yang berpotensi menimbulkan banjir lahar hujan saat hujan turun.
Dampak Letusan dan Upaya Mitigasi
Dengan ketinggian letusan hingga 700 meter, abu vulkanik tersebar ke beberapa desa di sekeliling gunung. Menyebabkan gangguan pada aktivitas masyarakat, terutama sekolah dan transportasi. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang telah menyiagakan tim evakuasi dan posko darurat untuk memantau warga yang terdampak.
PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Semeru melalui seismograf, kamera pengawas, dan sensor gas vulkanik. Hasil pemantauan ini menjadi dasar rekomendasi untuk menetapkan status aktivitas gunung dan langkah mitigasi yang harus lakukan. Masyarakat imbau tidak mendekati kawah atau area rawan lahar, terutama saat hujan deras, karena bahaya longsor material panas masih tinggi.
Selain itu, pihak berwenang juga memperingatkan dampak abu vulkanik pada kesehatan, seperti iritasi mata, saluran pernapasan, dan kerusakan tanaman. Warga sarankan menggunakan masker, kacamata pelindung, dan menutup sumber air dari abu yang jatuh. Transportasi udara pun harus waspada terhadap gangguan visibilitas akibat kolom abu yang tinggi.
Sejak awal erupsi, pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan jalur evakuasi aman dan logistik bantuan tersedia bagi warga terdampak. Masyarakat minta mengikuti arahan resmi dan menghindari berita hoaks terkait aktivitas gunung.
Gunung Semeru kenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dan erupsi empat kali dalam sehari. Dengan kolom letusan 700 meter ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana. Pihak berwenang menekankan bahwa meskipun aktivitas gunung dapat menurun sewaktu-waktu. Kewaspadaan harus tetap jaga untuk melindungi nyawa dan aset masyarakat di sekitarnya.
