Jakarta, TabelMedia.com – Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di dunia, belakangan ini hadapkan pada berbagai isu terkait penurunan jumlah wisatawan. Namun, Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan klarifikasi yang mengejutkan. Ia menyatakan bahwa isu tentang Bali yang sepi tidak sepenuhnya benar, bahkan ia memprediksi bahwa Bali akan mencatatkan rekor jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi pada tahun 2025. Prediksi ini menegaskan keyakinan Koster bahwa pariwisata Bali akan terus berkembang dan mampu bangkit kembali, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Pemulihan Pariwisata Bali: Optimisme Koster di Tengah Isu Sepi Wisman
Sejak pandemi Covid-19 melanda, sektor pariwisata Bali mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bali yang sebelumnya kenal sebagai magnet wisata internasional, tiba-tiba harus menghadapi penurunan drastis jumlah kunjungan. Namun, meskipun ada persepsi negatif tentang sepinya Bali, Koster meyakini bahwa masa depan pariwisata Bali sangat cerah. Ia menegaskan bahwa, dengan adanya kebijakan dan strategi yang tepat, Bali akan kembali menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara.
Menurut Koster, tahun 2025 akan menjadi tahun puncak bagi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali. Dengan adanya berbagai inisiatif dan dukungan terhadap sektor pariwisata, seperti pengembangan infrastruktur, promosi wisata yang gencar, serta kebijakan yang mendukung, Bali perkirakan akan menyambut lebih banyak wisman dari negara-negara di seluruh dunia. Selain itu, Bali juga semakin menarik dengan berbagai atraksi wisata baru yang memanjakan pengunjung, mulai dari destinasi alam, budaya, hingga kuliner yang khas.
Faktor Pendorong Lonjakan Wisman ke Bali pada 2025
Terdapat beberapa faktor yang yakini akan mendorong lonjakan jumlah wisatawan mancanegara pada tahun 2025. Salah satunya adalah program vaksinasi yang berhasil meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, Bali anggap sebagai tempat yang aman bagi wisatawan internasional. Hal ini tentu sangat penting untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata yang selama ini terpuruk akibat pandemi.
Selain itu, upaya pemerintah dalam mempermudah akses masuk bagi wisatawan asing juga menjadi faktor utama. Seiring dengan pembukaan berbagai jalur penerbangan internasional dan kebijakan visa yang lebih fleksibel, Bali semakin mudah akses oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Dengan promosi yang semakin gencar, terutama di pasar wisata Asia dan Eropa. Bali prediksi akan kembali menjadi destinasi pilihan utama para wisatawan.
Koster juga menekankan pentingnya pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Bali, pariwisata akan berkembang secara sehat dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, Koster berharap Bali tidak hanya ramai wisatawan, tetapi juga dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan mendalam bagi setiap pengunjung.
