TabelMedia.Com – Perayaan Tahun Baru Imlek kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan ucapan Selamat Imlek kepada seluruh umat Konghucu dan masyarakat yang merayakan. Dalam pesannya, ia berharap perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Ucapan tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Tahun Baru Imlek bukan hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga momentum refleksi diri untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kerja keras, serta harapan baru di tahun yang akan datang.
Pesan Kedamaian dan Persatuan di Hari Imlek
Dalam keterangannya, Yaqut menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Imlek sebagai pengingat untuk terus merawat harmoni sosial. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam tradisi Imlek seperti berkumpul bersama keluarga, berbagi rezeki, dan saling mendoakan, selaras dengan nilai persatuan bangsa.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Justru dari keberagaman itulah lahir kekuatan nasional. Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya memperkuat moderasi beragama agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai.
Momentum Imlek nilai tepat untuk mempererat hubungan antarwarga. Perayaan ini sering kali tidak hanya rayakan oleh umat Konghucu saja, tetapi juga menjadi bagian dari kebersamaan lintas agama dan budaya. Tradisi saling mengunjungi dan berbagi kebahagiaan menjadi wujud nyata toleransi yang telah lama tumbuh di Indonesia.
Harapan Kesejahteraan untuk Seluruh Rakyat
Selain pesan damai, Menag juga menyampaikan harapan agar Tahun Baru Imlek membawa keberkahan dan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat. Dalam situasi global yang penuh tantangan, optimisme dan semangat baru sangat butuhkan. Ia mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras, menjaga solidaritas, dan memperkuat gotong royong.
Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya maknai sebagai kemakmuran materi, tetapi juga ketenangan batin dan stabilitas sosial. Jika kedamaian terjaga, maka pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa rasakan bersama. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta menghindari perpecahan yang dapat merugikan bangsa.
Perayaan Imlek juga mengajarkan nilai harapan. Setiap pergantian tahun dalam kalender Tionghoa selalu sambut dengan doa dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik. Semangat inilah yang nilai relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi negara.
Ucapan Selamat Imlek dari Menteri Agama menjadi cerminan bahwa negara hadir untuk semua golongan. Tidak ada yang bedakan dalam hal hak dan penghormatan terhadap keyakinan. Dengan semangat toleransi, kedamaian, dan kesejahteraan, harapkan Indonesia semakin kokoh sebagai bangsa yang harmonis dan bermartabat.
Akhirnya, perayaan Imlek bukan hanya tentang pergantian tahun, tetapi juga tentang memperbarui tekad untuk hidup lebih baik, saling menghargai, serta membangun masa depan bersama dalam damai dan sejahtera.
